Rabu, 24 April 2013

kasus tentang anemia pada anak


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Penulis ucapakan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat dan Kharuni-Nya,Penulis dapat menyelesaikan makalah kasus ini. Di dalam makalah kasus ini penulis sudah berupaya semampu penulis,namaun apabila ada kekurangan dan kesalahan baik dari segi isi maupun bahasanya, penulis mengharapkan adanya masukan dan saran perbaikan dankesempurnaan makalah kasus ini. Dalam hal ini penulis mengambil judul “ANEMIA”.

Penulis makalah kasus inin tidak lepas dari bantuan, bimbingan baik moril maupun material dan dukungan dari berbagai pihak, maka dengan ini pengulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing yang telah memberikan bimbingan kepada penulis dalam penulisan makalah kasus ini.

Akhirny penulis berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa , semoga ilmu yang di peroleh berguna bagi Nusa, Bangsa, dan Agama.


                                                                                    Tebing Tinggi,   Mei 2012-07-04


                                                                                                Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
1.2.RUANG LINGKUP MASALAH
1.3.TUJUAN PENULISAN

BAB II LANDASAN TEORI
            2.1. KONSEP DASAR MEDIS
                 2.1.1. DEFINISI
                 2.1.2. ETIOLOGI
                 2.1.3. PATOFISIOLOGI
                 2.1.4. MANIFESTASI KLINIS
                 2.1.5. PEMERIKSAAN
                 2.1.6. KOMPLIKASI
                 2.1.7. PENATALAKSANAAN

            2.2. KONSEP DASAR KEPERAWATAN/KEBIDANAN
                 2.2.1. PENGKAJIAN
                 2.2.2. DIAGNOSA KEPERAWATAN/KEBIDANAN
                 2.2.3. TUJUAN ( HASIL YANG DI HARAPKAN )
                 2.2.4. INTERVENSI/RASIONALISASI

BAB III  TINJAUAN KASUS
            3.1. PENGKAJIAN
            3.2. DIAGNOSA KEPERAWATAN/KEBIDANAN
            3.3. INTERVENSI
            3.4. IMPLEMENTASI
            3.5. EVALUASI

BAB IV  PEMBAHASAN

BAB V PENUTUP
            5.1. KESIMPULAN
            5.2. SARAN

DAFTAR PUSTAKA








BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Anemia bukan merupakan kesatuan khas tetapi merupakan indikasi adanya suatu proses patologis primir atau penyakit. Klasifikasi fisiologis bermanfaat dalam membagi anemia-anemia masa kanak-kanak dan anemia golongan besar.

Walaupun hemoglobin dalam sirkulasi menurun kapasitas angkut oksigen darah, hanya sedikit saja gangguan terjadi hingga kadar hemoglobin menurun mencapai 7-8 gr/dl. Di bawah kadar ini keadaan pucat pada kulit wajah dan mukosa menjadi jelas. Tetapi akhirnya sebagai akibat anemia berat tanpa memandang penyebabnya terjadi kelemahan, takipne,dispne ketika bergiat ,takikardia,dilatasi,dan gagal jantung kongestif akibat anemia berat

1.2.Ruang Lingkup Masalah
Konsep dasar medis:
1.      Definisi
2.      Etiologi
3.      Patofisiologi
4.      Manifestasi klinis
5.      Pemeriksaan
6.      Komlikasi
7.      Penatalaksanaan

1.3. Tujuan Penulisan
a.       Agar kita dapat memahami tentang anemia mulai dari definisi hingga penatalaksanaan
b.      Agar kita dapat mengetahui bagaimana penerapan ilmu yang di peroleh dalam menangani kasus Anemia

















BAB II
LANDASAN
2.1. Konsep Dasar Medis
            2.1.1. Definisi
Anemia di definisikan sebagai berkurangnya volume eritrosit dan kadar hemoglobin di bawah batas nilai-nilai ysng di jumpai pada orang-orang sehat. Memutar daftar nilai batas dan rata-rata hemoglobin serta hemotokrit menurut golongan umur  pada anak-anak dengan gizi baik suatu pengkajian luas.
            2.1.2. Etiologi
Penyebab umur dari anemia :
Ø  Pendarahan hebat
Ø  Akut ( mendadak )
Ø  Kecelakaan
Ø  Pembedahan
Ø  Persalinan
Ø  Kronik (menahun )
Ø  Pendarah hidung
Ø  Wasir
Ø  Kanker dan polip di saluran pencernaan
Ø  Pendarahan menstruasi yang sangat hebat


Berkurang nya pembentukan sel darah merah:
*      Kekurangan zat besi
*      Kekurangan vitamin B.12
*      Kekurangan asam folat
*      Kekurangan vitamin C
*      Penyakit kronik

Meningkatkan penghancuran sel darah merah :
ü  Pembesaran limfa
ü  Kerusakan mekanik pada sel darah merah
ü  Reaksi auto imun terhadap sel darah merah

Hemoglobinoria noktural paroksimal :
§  Sferositosis herediter
§  Elliptositosis herediter
Kekurangan GGPD
1.       Penyakit sel sabit
2.      Penyakit hemoglobin c
3.      Penyakit hemoglobin s-c
4.      Penyakit hemoglobin E
5.      Thalasemia

2.1.3. Patofisiologis
a.        Anemia dan di klasifikasikan berdasarkan, morfologi, etiologi, atau patofisiologi  SDM
b.       Klasifikasi morfologi berdasarkan ukuran sel-sel makrositik berukuran lebih besar dari  pada normal dan di hubungkan dengan defesiensi vitamin B12 atau folat. Sel mikrositik berukuran lebih kecil dari pada normal dan di hubungkan dengan defisiensi besi atau naumali  genetik  konsentrasi  besi mengalami penurunan (hipokromik)
c.         Anemia difesiensi besi dapat disebabkan asupan makanan yang tidak mencukupi absorbsi yang menurun dan manfaat yang tidak mencukupi. Difesiensi faktor  intrinsik dapat menyebabkan penurunan absorbsi vitamin B12 ( misalnya anemia pernisiosa ). Difesiensi folat dapat di sebabkan hipertilisasi karena kehamilan , anemia hemolik mielofibbrosis, keganasan penyakit imflamasi kronis, dialisis jangka panjang atau pertumbuhan yang cepat. Obat-obatan dapat menyebabkan anemia dengan menurunkan absorbsi folat ( misalanya fenitolin ) atau dengan mempengaruhi jalur metabolisme ( misalnya metotreksat )
d.       Anemia penyakit kronis merupakan anemia hipoproliferatif yang berhubungan dengan proses infeksi kronis , kerusakan jaringan atau kondisi yang melepaskan sitokin proinflamasi. Patogenesis berdasarkan waktu waktu hidup SDM yang pendek. Rusaknya respon sum-sum dan gangguan metabolisme besi
e.        Pada anemia penyakit kritis, mekanisme pembentukan SDM dan hemoestatis berubah,karena untuk contohnya: kehamilan atau sitokin yang dapat mengumpulkan respons eritropolesis dan mengahmbat produksi SDM
f.        Penurunan cadangan di sumsum tulang karena usia dapat membuat pasien lebih tua yang rentah terhadap anemia yang menyebabkan oleh berbagai faktor minor dan penyakit yang tidak di ketahui ( misalnnya: difesiensi nutrisi ) yang secara negatif mempengaruhi eritropolesis
g.       Anemia pada anak-anak sering kali karena abnormalitas hematologi primer, resiko anemia difesiensi besi meningkat karena pertumbuhan yang sangat cepat dan defisiensi makanan
h.       Anemia hemolitik di sebabkan penurunan waktu hidup SDM karena distruksi pada limfa atau sirkulasi. Etiologi yang paling umum adalah kerusakan membran SDM, perubahan kelarutan atau stabilitas hemoglobin (misalnya sickle cell anemia dan thalasemia) dan perubahan metabolisme intra seluler (misalnya difesiensi glukosa G.fosfat dehidrogenase(EGDP)). Beberapa obat menyebabkan kerusakan oksidatif langsung terhadap SDM

2.1.4. Manifestasi Klinis/ Tanda dan Gejala

v  Tanda –tanda dan gejala  tergantung pada onset , penyebab anemia dan individu. Anemia onset akut karakteristisasi dengan gejala kardio.tespirator seperti taki kardia, kepala terasa ringan dan sesak nafas, anemia kronis di karakterisasi dengan rasa lelah,letih,pucat dan hilangny skin tone. Orang dewasa normal dan mentolerasi anemia lebih baik dari pada orang yang sudah tua
v  Anemia defisiensi besi di karakteristasi dengan rasa tidak enak pada lidah, penurunan aliran saluran pagophagia (compul sive eating of ice)
v  Anemia defisiensi atropi mukosa gastrik. Anemia vitamin B12 di bedakan dari abnormalitas neuro sycniatric ( misalnya mati rasa dan parestesia) yang tidak terdapat pada pasien anemia difesiensi folat

2.1.5.  Pemeriksaan
Laboratorium : kadar hemoglobin biasanya berkisar antara 6-9 gr/dl jenis eritrosit dan kadar hemoglobinnya dan harus periksa darah, kalau sudah akut kronis  anemia langsung melakukan transfusi darah dan perawatanya asupan gizi

2.1.6.  Komplikasi
o   Anemia defisensi besi dapat di sebabkan  asupan makanan yang tidak mencakupi absobsi yang menurun dan manfaat yang tidak mencukupi. Difesiensi faktor intrinsik dapat menyebabkan penurunan absorsi vitamin B12
o   Anemia penyakit kronis merupakan anemia hipoproliferatif yang berhubungan dengan proses infensi atau inflamasi kronis, kerusakan jaringan,atau kondisi yang melepaskan sitokin proinflamasi
o   Pada anemia penyakit kritis, mekanisme pembentukan SDM dan homoestatis berubah, karena untuk contohnya: kehamilan darah atau sitokin yang dapat menumpulkan respon eritropolesis dan menghambat produksi SDM
o   Anemia pada anak-anak seringkali karena abnormalitashematologi primer, resiko anemia  defisiensi  besi meningkatkan karena pertumbuhan yang sangat cepat dabn makanan
o   Anemia hemolotik disebabkan penurunan waktu hidup  SDM karena  destruksi pada limpa atau sirkulasi. Etiologi SDM, perubahan kearutan atau stabilitashemoglobin (misalnya sickle cell anemia dan thalasemia ) dan perubahan intar selular ( misalanya defisiensi glokos- G – fosfat dehidrogenase (EGDP). Beberapa obat menyebabkan kerusaka oksidatif langsung SDM
2.1.7. Penatalaksanaan
·         Bila anda merasaka gejala anemia diatas dan orang-orang di sekeliling anda melihat anda tampak pucat dan lelah, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan menanyakan kebiasaan makan anda dan obat yang sedang anda minum. Anda lalu akan mendapatkan pemeriksaan fisik, pemeriksa darah dan pemeriksaan penunjang lainnya untuk menentukan apakah terdapat anemia dan apa peneyebabnya
·         Penanganan anemia tergantung pada penyebabnya. Bila penyebabnya adalah kekurangan zat besi,dokter akan mencari tahu  dan mengatasi penyebab kekurangan tersebut. Suplemen zat besi dalam bentuk tablet atau sirup munkin diberikan ( bila anemia di sebabkan oleh masalah penyerapan pasca operasi gastretomi, pemberian suplemen akan di berikan secara intramuskular atau intravenal )
·         Pemulihan biasanya berlangsung enam hingga delapan minggu setelah penangan. Setelah anemia tertangani,anda akan terus menerima asupan suplemen zat besi hingga beberapa bulan untuk menjaga kondisi. Tinja anada akan berwarna hitam selama perawatan
·         Bila anemia disebabkan penyakit tertent, satu-satunya solusi aladal menyembuhkan penyakitnya
·         Anemia kronis yang di tandai dengan gejala parah seperti denyut jantung cepat, nafas tersengal dan pngsan mungkin harus segera di tangani dengan transfusi darah
Pengobatan
Ø  Pasien mengkomsumsi makanan yang mengndung zat besi disarankan bagi setiap orang, terlebih bagi wanita yang menstruasi atau sedang hamil. Zat besi yang paling mudah diserap bersumber dari daging,ayam dan ikan. Beberapa makanan seperti sayuran,buah-buahan, sereal ( yang diperkuat zat besi ),telur dan kacang-kacangan juga mengndung zat besi, namun lebih sulit di cerna. Untuk mempermudah penyerapan zat besi, Anda dapat memakannya bersamaan dengan daging,ayam atau dengan buah-buahan yang kaya vitamin C
Ø Wanita hamil disarankan mengkomsumsi suplemen makanansesuai saran dokter, termasukyang mengandung zat besi dan asam folat untuk mencegah anemia
Ø Mengkonsumsi buah-buahan kaya vitamin C seperti jambu, jeruk, sirsak, pepaya dan anggur dapat membantu tubuh menyerap zat besi
Ø Berhati-hatialah dalam penggunaan aspirin, ibupofen dan obat anti inflamasi karena dapat menyebabkan iritasi lambung. Bila Anda harus mengkomsumsinya, konsultasikan dengan dokter jika Anda punya riwayat pendarahan lambung


2.2. Konsep Dasar Keperawatan/ Kebidanan
2.2.1. Pengkajian
Anemia sebagai berkurangnya volume eritrosit dan kadar hemoglobin rendah. Pada anak-anak berkulit hitam memiliki kadar rata-rata 0,5 gr/d. Reduksi hemoglobin dalam sirkulasi menurun kira-kira 7-8 gr/dl
2.2.2. Diagnosa
Diagnosa di tegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan :
o   Lemah
o   Letih
o   Lesu
o   Pucat
o   Tidak nafsu makan
o   Berat badan menurun
2.2.3. Tujuan Atau Hasil Yang Diharapkan
Tujuan utama pengobatan terhadap pasien anemia adalah untuk mengurangi tanda-tanda dan gejala, memperbaiki etiologi yang mendasarinya ( misalnya : menyembuhkan substrat yang di butuhkan untuk produksi sel darah merah dan mencegah kambuhnya anemia


2.2.4. Intervensi
Bila anda merasakan gejala anemia di atas dan orang-orang di sekeliling anda melihat anda tampak pucat dan lelah. Segerahlah berkonsultasikan kepada dokter:
·         Penanganan anemia tergantung pada penyebabnya bila karena kekurangan zat besi dalam bentuk tablet atau sirup
·         Pemulihan biasanya berlangsung enam hinggadelapan minggu setelah penanganan setelah anemia tertangani. Anda masih akan terus menerima asupan suplemen zat besi hingga beberapa bulan untuk pencegahan anemia











BAB III
TINJAUAN KASUS

3.1. Pengkajian
            Nama                 : Tn. Opik
            Umur                 : 25 tahun
            Suku                  : Jawa
            Agama               : Islam
            Pendidikan        : SMA
            Pekerjaan           : Wiraswasta
            Alamat              : Jl. Tirta Deli Tebing Tinggi

3.2. Diagnosa
            Diagnosa ditegakan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan :
v Lemas
v Letih
v Lesu
v Pucat
v Tidak nafsu makan
v Berat badan menurun
3.3. Intervensi
ü  Berikan suplemen zat besi dalam bentuk tablet atau sirup mungkin diberikan
ü  Disarankan mengkonsumsi buah-buahan kaya vitami C seperti, jambu,buah sirsak, pepaya, dan anggur membantu tubuh menyerap zat besi
ü  Menjalani diet vegatarian harus dilakukan benar
ü  Berhati-hatilah dalam penggunaan asupan ibuprofen dan obat inti inflamasi karena dapat menyebabkan iritasi lambung
3.4. Implementasi
v Suplemen telah diberikan
Os telah mengkonsumsi buah=buahan yang mengandung Os telah menjalani diet vegetarian
3.5. Evaluasi
a)      Suplemen zat besi dalam bentuk oral dan sirup telah di berikan
b)     Telah  menjalani diet vegetarian
c)      Telah mengkonsumsi buah-buahan kaya vitamin C






BAB IV
PEMBAHASAN
           
            Yang sama ditemukan pada lapangan praktek :
a.       Pasien telah dirawat inap
b.      Pasien diinfus
c.       Kemudian pasien telah diberikan vitamin penambahan darah dan zat besi
d.      Menkonsumsi buahan-buahan kaya vitamin C seperti jambu, jeruk, sirsak, pepaya dan anggur dapat membantu tubuh menyerap zat besi
Sama dengan teori ternyata tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek










BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
            Bahwa anemia merupakan sekelompok gangguan yang dikarakteristikan dengan penurunan hemoglobin atau sel darah merah  (SDM ), berakibat pada penurunan kapasitas pengangkatan O2 oleh darah. Dengan tanda-tanda dan gejala rasa lelah, letih, vertigo, pusing,sensitif terhadap dingin, pucat dan hilngnya skin tone. Orang dewasa  normal dapat mentoleransi anemia baik daripada orang yang sudah tua.
Penyebab dan faktor resiko :
ü  Berkurangnya pembuntukan sel darah merah
ü  Kekurangan zat besi
ü  Kekurangan vitamin B12
ü  Kekurangan vitamin C
ü  Penyakit kronika
ü  Meningkatnya penghancuran sel darah merah
ü  Pembesaran limfa
ü  Kerusakan mekanik pada sel darah merah
ü  Reaksi  autoimun terhadap sel darah merah siapapun dapat mengalami anemia
Diagnosa
-          Diagnosa ditegakkan berdasarkan gangguan dan hasil pemeriksaan mata

Pengobatan
-          Dengan pemberian suplemen zat besi baik oral maupun dalam bentuk sirup
Pencegahan
-          Yaitu dengan mengontrol makanan kita sehari-hari kita harus mampu memenuhi pemenuhan gizi kita terutama dalam pemenuhan zat gizi

5.2.  Saran
            Anemia merupakan sekelompok gangguan yang di karakteristikdengan penurunan hemoglobin atau sel darah merah (SDM), berdampak pada penurunan kapasitas pengangkutan oksigen oleh darah. Banyak kasus anemia yang berkembang yang lambat daun dapat menggangu aktifitas seseorang menjadi tergantung . oleh karena itu kita harus memperhatikan makanan yang kita konsumsi setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan zat besi

            Demikianlah kasus ini saya perbuat jika ada kekurangan saya mohon maaf. Terima kasih juga saya ucapkan kepada dosen pembimbing kami ibu Wasiyem ,Akp,S.Pd atas bimbingannya sehingga kasus ini dapat terselesainya.




DAFTAR PUSTAKA
Behrman, Richard, E dan Vaughan, Dictor C “Ilmu Kes anak”
http://tamannya-hati.blogspot.com/2012/10/Tanda-Anemia-Pada-Anak.html








         









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar